Ide membangun atau merenovasi rumah Anda bisa jadi impian yang anda inginkan saat ini. Ketika Anda menatap ke sebuah lahan yang kosong atau ruangan yang kaku, Skema-skema desain membanjiri pikiran Anda. Namun bagaimana Anda dapat mewujudkan ide-ide tersebut menjadi nyata? Untuk itulah arsitek membantu Anda. Tapi tetap saja muncul pertanyaan, dari mana harus memulai? Apakah saya membutuhkan seorang arsitek?
Apakah saya membutuhkan seorang arsitek?
Ketika Anda berada pada suatu proses pembangunan yang membutuhkan waktu paling tidak sekitar 12 hingga 18 bulan, dari mulai awal hingga selesai, keberadaan peran arsitek menjadi penting karena arsitek akan membantu anda untuk mendapatkan hal-hal berikut:
Arsitek memahami kebutuhan-kebutuhan penting Anda untuk mendesain bangunan yang fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan kebutuhan bisnis Anda. Dan memang arsitek dilatih untuk itu.
Arsitek dapat menghemat uang Anda dengan memaksimalkan investasi Anda. Sebuah bangunan yang terdesain dengan baik dapat mengurangi biaya Anda saat ini dan meningkatkan nilainya untuk jangka panjang.
Arsitek dapat menghemat waktu Anda – dengan mengatur dan mengkoordinasikan elemen-elemen penting dalam proyek, sehingga memberikan Anda waktu untuk berkonsentrasi kepada aktifitas Anda sehari-hari.
Arsitek dapat membantu bisnis Anda. Mereka menciptakan lingkungan binaan secara keseluruhan – interior dan eksterior – yang nyaman dan fungsional untuk para pengguna dan penghuni lingkungan tersebut.
Proyek-proyek bangunan umumnya membutuhkan gambar desain dan dokumen konstruksi, pengawasan terhadap kinerja kontraktor pelaksana, dan evaluasi terhadap kemajuan dan kualitas pelaksanaan pembangunan.
Baiklah, jadi saya membutuhkan arsitek, lantas berapa biaya yang dibutuhkan?
Perlu di pertimbangkan bahwa seorang arsitek akan menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan tentang bagaimana tampilan sebuah bangunan akan terlihat nantinya termasuk bagaimana bangunan itu akan berfungsi.
Biayanya akan tergantung kepada beberapa hal, yaitu pada dana Anda untuk proyek tersebut, biro konsultan perencana, metode komisi, dan jasa apa saja yang akan diberikan oleh si arsitek. Terdapat banyak sekali metode komisi, tetapi biasanya standar yang digunakan sesuai dangan standart IAI (katan Arsitek Indonesia) adalah 5 hingga 10 persen dari total biaya pembangunan proyek tersebut (nilai persentase ini akan berubah tergantung kepada seberapa besar dana Anda). Metode komisi lainnya antara lain seperti pembayaran jasa berdasarkan jam kerja yang digunakan, berdasarkan meter persegi bangunan, dan metode-metode lainnya yang berada pada kisaran yang tidak terlalu jauh berbeda.
Bagaimana saya mengetahui tentang pelayanan apa saja yang akan saya dapatkan? Saya tidak mau membayar sesuatu yang tidak saya butuhkan.
Pada umumnya sebuah proyek membutuhkan lima jasa yang utama, yaitu desain skematik, pengembangan desain, persiapan dokumen pelaksanaan, pelelangan dan negosisasi, dan administrasi pelaksanaan konstruksi. Anda dapat menambahkan jasa-jasa lainnya atau meminta hanya satu atau beberapa dari jasa di atas, yang keseluruhannya terserah kepada negosiasi Anda dan arsitek Anda. Untuk nilai nominal biaya, Anda bisa mendapatkan dari IAI (Ikatan Arsitek Indonesia).
Lalu bagaimana saya dapat menemukan arsitek yang sesuai untuk saya?
Sebagai langkah awal, Anda dapat menemui dan mewawancarai empat hingga enam arsitek. Silahkan bertanya sebanyak-banyaknya apa pun pertanyaan yang Anda rasa perlu diutarakan. Seperti dalam hubungan jangka panjang lainnya, kepercayaan adalah hal yang penting. Mintalah pada mereka untuk menunjukkan portfolio mereka, dan berikan perhatikan pada proyek-proyek yang kiranya setara dengan proyek Anda nantinya. Dan jangan lupa pula untuk meminta referensi. Kalau bisa hubungi klien mereka yang terdahulu untuk mengetauhi kinerja arsitek Anda, termasuk kesesuaian jadwal membangun dan sebagainya. Hal yang terpenting lainnya adalah memberitahukan dengan sejelas-jelasnya keinginan, kebutuhan dan kesanggupan Anda. Setelah itu, arsitek yang tepat akan dapat memulai program desainnya yang dapat membantu Anda mengerti proses dan pekerjaan pada tahap-tahap berikutnya.
Dalam proses memilih dan menyaring dari beberapa daftar calon arsitek, Anda dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan dasar yang bisa memberikan Anda kepastian tentang komitmen sang calon arsitek dalam melihat prioritas proyek Anda dalam agenda kerjanya.
1. Apa yang paling penting untuk dibahas dan dipertimbangkan dalam proyek Anda menurut sang Arsitek?
2. Apa tantangan dari proyek ini?
3. Bagaimana sang Arsitek akan mengumpulkan informasi mengenai proyek ini?
4. Siapakah dalam firma/biro mereka yang akan menjadi penghubung Anda? Apakah orang yang sama dengan yang mendesain? Siapakah yang akan mendesain?
5. Seberapa tertariknya sang Arsitek dalam proyek ini?
6. Seberapa sibuknya sang Arsitek saat ini?
7. Apa yang membedakan sang Arsitek ini dengan yang lain?
8. Bagaimana sang Arsitek menetapkan standar biaya jasanya?
9. Apa saja langkah-langkah proses desain yang akan diambil?
10. Bagaimana sang Arsitek akan menjalankan proses tersebut?
11. Apa saja yang diharapkan oleh sang Arsitek untuk disediakan oleh Anda?
12. Apa filosofi desain sang Arsitek tersebut?
13. Apakah pengalaman sang Arsitek dalam merencanakan Anggaran Biaya?
14. Apa saja yang akan disediakan oleh sang Arsitek dalam menjelaskan proyek Anda? Maket? Gambar? Atau animasi 3D?
15. Jika batas pekerjaan sang Arsitek berubah, apakah akan ada biaya tambahan? Bagaimana menghitungnya?
16. Apakah pelayanan yang akan diberikan oleh sang Arsitek ketika proyek berjalan?
17. Seberapa besarnyakah tantangan yang akan datang ketika proyek berjalan? Apakah sang Arsitek dapat memprediksikan hambatan-hambatan yang akan terjadi?
18. Apakah sang Arsitek dapat memberikan daftar klien-klien lampau yang dapat dihubungi?
Dalam menentukan arsitek yang tepat bagi proyek Anda, maka Anda harus mempertimbangkan bahwa nilai biaya jasa yang paling murah bukanlah segalanya. Pekerjaan keprofesian arsitek adalah mengenai pemberian pelayanan yang paling maksimal sesuai dengan standar minimal keprofesian yang harus diberikan oleh sang Arsitek dalam proyek Anda.
Batas-batas pekerjaan arsitektur harus dibahas secara jelas pada awal perjanjian kerja sama agar terhindar kesalahpahaman profesi dan/atau kekeliruan spesifikasi pekerjaan. Para pengguna jasa dan arsitek yang digunakannya harus dapat saling memahami lebih dulu tentang rencana dan rancangan yang dikehendaki oleh kedua pihak, agar pada pelaksanaannya dapat terhindar biaya berlebihan karena kesalahan konstruksi atau misinterpretasi desain. Oleh karena itu, para pengguna jasa harus dapat menemukan calon Arsitek yang dapat berkomunikasi dengannya secara baik dan dapat memahami keinginannya.
Bagaimana apabila saya merasa tidak puas dengan hasil desainnya?
Ungkapkan ketidakpuasan tersebut kepada arsitek Anda, sehingga revisi pada desain sesuai dengan keinginan Anda dapat dilakukan dan waktu yang akan diberikan untuk meninjau kembali keseluruhan desain dapat ditentukan sebelum pelaksanaannya dimulai. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar semuanya tetap teratur sesuai dengan jadwal dan dana.
Pastikan seluruh pertanyaan Anda telah terjawab sebelum masuk masa pelaksanaan karena bisa jadi terdapat perubahan-perubahan yang disebabkan oleh masalah pendanaan dan jadwal. Hal ini tidak seharusnya menjadi masalah nantinya apabila semenjak awal Anda dapat mengungkapkan apa yang Anda inginkan secara menyeluruh. Jika tidak, bahkan suatu pelaksanaan pun dapat saja dibatalkan sewaktu-waktu sebagai akibatnya. Oleh karena itu, lebih baik memulai sesuatu dengan sedikit lebih mahal daripada berakhir dengan sesuatu yang tidak Anda senangi.
Kunci kesuksesan utama dari proyek Anda sangat bergantung kepada kualitas penjelasan Anda, yang mana kemampuan Anda untuk menjelaskan secara rinci kepada arsitek Anda mengenai kebutuhan-kebutuhan dan fungsi-fungsi dari bangunan Anda, dan rencana pengoperasian dan cara mengaturnya. Arsitek Anda terlatih untuk membantu Anda menyiapkan penjelasan akhir. Yang termasuk hal-hal penting yang dibutuhkan oleh arsitek Anda untuk diketahui adalah:
1. Tujuan Anda:
Apakah Anda menginginkan pencitraan yang baru (new image), memperluas ruangan atau mengadopsi teknologi baru? Apakah
Anda merespon kebutuhan dari kebutuhan perubahaan struktur organisasi?
2. Gaya desain Anda:
Apakah Anda mempertahankan gaya desain dengan bangunan yang ada? Apakah Anda menginginkan desain yang terbaru atau
canggih? Apakah Anda memperhatikan aspek desain yang langgeng atau ekologis?
3. Alasan Anda mengajukan proyek ini:
Aktifitas apa saja yang ditujukan dalam proyek ini?
4. Otoritas Anda:
Siapa yang akan mengambil keputusan? Tentang desain? Tentang biaya? Tentang tanggung jawab harian ketika proyek sedang berjalan?
5. Harapan keseluruhan Anda:
Apa yang Anda harap akan dicapai dalam proyek ini? Kepuasan pribadi? Mengesankan klien atau kompetitor Anda? Keunggulan bisnis Anda dalam sebuah komunitas? Memberikan suasana menyenangkan dan efisiensi yang lebih baik bagi karyawan Anda? Sebuah tempat yang lebih nyaman bagi Anda untuk Anda tempati?
Jika terlalu banyak ketidakpastian bagi arsitek Anda untuk menanggapi secara positif, ia bisa saja mengajukan usulan untuk melakukan penelitian pendahuluan atau studi banding sehingga Anda dapat menentukan kebutuhan-kebutuhan Anda pada informasi dasar yang nyata. Anda dapat menunjuknya atau seorang arsitek lain lagi untuk melakukan tugas studi ini bagi Anda dengan dasar perhitungan biaya jasanya persatuan waktu.
sering kepikiran juga, gmn kalau pake jasa arsitek, pasti akan lebih banyak membantu.
Tapi semua kembali lagi ke dananya Pak.
Jadi memang terkesan arsitek dibutuhkan untuk bangunan2 yang punya budget besar, hehhe..
Kalau ada konsultasi gratis boleh nih…hehehe
Terima kasih udah mampir,
Kalo ingin konsultasi saya sangat senang sekali nih…
karena hidup bisa berarti bila dapat mempertanggungjawabkan semua yang telah Allah SWT berikan menjadi manfaat buat banyak orang.
Wah ternyata image kalo jasa arsitek itu mahal sudah terlanjur melekat, sehingga banyak sekali rumah atau bangunan skala kecil sampai menengah yang dibangun tanpa keterlibatan arsitek. Akibatnya, justru jauh lebih mahal daripada penghematan biaya perencanaan jasa desain arsitek.
Anggapan yang masih beredar di masyarakat saat ini (khusus untuk bangunan pribadi), biaya untuk arsitek masih sangat mahal dan itu merupakan pemborosan. Jika bisa dikerjakan tanpa arsitek, mengapa harus repot mengeluarkan dana untuk itu?
Tantangannya, bagaimana para arsitek mengubaha cara pandang masyarakat ini. Jika semua masyarakat sudah mengakui pentingnya jasa seorang arsitek. Dapat dibayangkan, bagaimana sibuknya para arsitek di tanah air. Bahkan, mungkin, SDM yang ada saat ini, tidak akan mencukupi.
Kita akan beranggapan bahwa membayar jasa arsitek itu mahal dan merupakan satu pemberosan bila kita merasa, tugas seorang arsitek adalah, menggambar denah dan sebenarnya tukang atau kontraktor pun bisa membangun rumah, lagi pula kita juga bisa menggambar denah sendiri “kan bisa tinggal di contek di majalah atau brosur developer”
sebaliknya kita akan beranggapan bahwa membayar jasa arsitek sangat murah bila Kita tahu bahwa, sang arsitek justru memperkaya imajinasi rumah impian kita dan akan membantu membuat rumah yang nyaman dengan desain yang baik sehingga rumah kita akan lebih bernilai jika di lihat dari kacamata investasi, dan yang terpenting, biaya pembangunan justru lebih murah karena kita akan terhindar dari membongkar setelah terbangun, di karenakan desain yang kurang matang, selain itu kita dapat menghindari praktek “kontraktor nakal”
, karena arsitek umumnya mengerti biaya pembangunan yang ‘normal’.
Banyak klien baru sadar bahwa ia membutuhkan jasa arsitek, setelah melihat banyaknya kesalahan dilapangan, dan banyak uang terbuang percuma bila tanpa bantuan arsitek. Dari pengalaman saya dan beberapa rekan saya pemboronsan biaya yang terjadi akibat kesalahan dilapangan bisa mencapai 30%, coba dihitung jika biaya yang anda investasikan untuk rumah anda mencapai miliayaran rupiah…berapa rupiah yang terbuang percuma?